Tag Archive for: borepile cipondoh

Borepile Kawasan Berikat Nusantara

Borepile Kawasan Berikat Nusantara

Marunda – 26 April 2026

Pekerjaan borepile merupakan salah satu metode fondasi dalam konstruksi yang memiliki peranan penting untuk menjamin kekuatan dan stabilitas suatu bangunan. Kontraktor banyak menggunakan metode ini pada proyek-proyek besar, terutama di area dengan kondisi tanah yang kurang stabil. Proyek borepile di kawasan KBN Marunda menjadi salah satu contoh penerapan metode tersebut melalui kerja sama dengan PT Livia Andalan Indonesia.

Sekilas Tentang Proyek KBN Marunda

Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda merupakan salah satu kawasan industri strategis yang terus berkembang di wilayah Jakarta Utara. Dengan aktivitas industri yang tinggi, pembangunan infrastruktur yang kokoh menjadi kebutuhan utama. Oleh karena itu, penggunaan metode borepile menjadi pilihan tepat untuk memastikan fondasi bangunan mampu menahan beban secara optimal.

 

Metode Borepile dalam Konstruksi

Borepile merupakan teknik pembuatan pondasi dalam dengan mengebor tanah hingga kedalaman tertentu, lalu pekerja memasukkan tulangan besi dan menuangkan beton. Metode ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  • Minim getaran sehingga aman untuk lingkungan sekitar
  • Cocok untuk area padat bangunan
  • Dapat menyesuaikan kedalaman sesuai kebutuhan struktur
  • Mampu menahan beban besar

 

Dalam proyek KBN Marunda, tim menggunakan metode borepile untuk mendukung pembangunan struktur industri dengan kebutuhan daya dukung tanah yang tinggi.

Peran PT Livia Andalan Indonesia

PT Livia Andalan Indonesia berperan sebagai mitra pelaksana dalam pekerjaan borepile ini. Dengan pengalaman dan tenaga ahli yang kompeten, perusahaan ini memastikan tim melaksanakan setiap tahapan pekerjaan sesuai standar teknis dan keselamatan kerja.

Beberapa kontribusi utama PT Livia Andalan Indonesia dalam proyek ini meliputi:

  • Mobilisasi alat borepile modern
  • Pelaksanaan pengeboran dengan presisi tinggi
  • Pengawasan kualitas beton dan tulangan
  • Penerapan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

Tahapan Pekerjaan Borepile

Proses pekerjaan borepile di KBN Marunda dilakukan melalui beberapa tahapan utama, yaitu:

  1. Persiapan lokasi: pembersihan area dan penentuan titik borepile
  2. Pengeboran tanah: menggunakan mesin bor hingga kedalaman yang ditentukan
  3. Pemasangan tulangan: memasukkan rangka besi ke dalam lubang bor
  4. Pengecoran beton: pengisian lubang dengan beton menggunakan metode tremie
  5. Finishing dan pengujian: memastikan kualitas dan kekuatan borepile sesuai spesifikasi

Komitmen terhadap Kualitas dan Keselamatan

Dalam pelaksanaan proyek ini, aspek kualitas dan keselamatan menjadi prioritas utama. Tim proyek mengawasi setiap pekerjaan secara ketat agar hasil akhir memenuhi standar. Mereka juga menyediakan perlengkapan keselamatan untuk seluruh tenaga kerja guna mengurangi risiko di lapangan.

Project Borepile Krakatau Steel

Project Borepile Krakatau Steel

Cilegon, 16 Oktober 2025

 

KRAS adalah singkatan dari PT Krakatau Steel, yang mendirikan perusahaannya pada 31 Agustus 1970. KRAS menjalankan bisnisnya di bidang produk baja dan berkantor pusat di Cilegon, Banten. Mereka juga telah mendirikan banyak anak perusahaan, seperti PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), PT Krakatau Daya Listrik (KDL), PT Krakatau Tirta Industri (KTI), dan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS).

Project Borepile Krakatau Steel yang kita kerjakan dengan detail sebagai berikut ;

  1. Terdapat Ratusan Meter dengan kata lain banyak titik Borepile dengan Variasi Diameter ( Diameter 40, Diameter 50, dan Diameter 60 )
  2. Rata-rata kedalaman yang kita kerjakan pada 19 Meter, Hasil yang kita peroleh dalam 1 hari dengan lemburnya kita bisa menghasilkan 35 Titik yang telah di cor
  3. Menggunakan 3 Unit alat borepile diantaranya ; Sany 65, XCMG 80E, dan Sany 150
  4. Tidak lupa kita Juga menggunakan 2 Exavator Kobelco SK-200

 

PIlar Pondasi Project Kratau Steel

Pengeboran

 

 

Klinik Mata JEC Tangerang

Pekerjaan Pondasi Borepile Klinik Mata JEC Tangerang Menggunakan Alat YU CHAI 65

Dalam pembangunan gedung bertingkat seperti Klinik Mata JEC (Jakarta Eye Center) di Tangerang, pemilihan metode pondasi yang tepat menjadi hal krusial untuk menjamin kekuatan dan kestabilan struktur bangunan. Tim proyek menggunakan salah satu metode pondasi dalam, yaitu borepile, sebuah teknik pengeboran yang mampu menyalurkan beban bangunan ke lapisan tanah keras di kedalaman tertentu. Pada proyek ini, tim menggunakan alat berat jenis hydraulic drilling rig YU CHAI 65 yang dikenal andal dan efisien dalam pengerjaan borepile di lahan terbatas

Lay Out Klinik JEC TangerangLAY OUT KLINIK MATA JEC TANGERANG

Pekerjaan borepile merupakan bagian dari konstruksi pondasi yang melibatkan pengeboran lubang ke dalam tanah, pemasangan tulangan baja (rebar cage), dan pengecoran beton di lokasi. Tujuannya adalah untuk menciptakan pondasi tiang yang kokoh di bawah permukaan tanah.

Proses umumnya meliputi:

  1. Mobilisasi alat dan persiapan lahan – termasuk pembersihan area kerja, pengukuran titik borepile, dan pemasangan safety perimeter.

  2. Pengeboran tanah menggunakan YU CHAI 65, yang mampu mengebor hingga kedalaman >20 meter tergantung kebutuhan desain struktur.

  3. Tim memasang casing sementara (jika diperlukan) untuk mencegah longsoran tanah selama pengeboran.

  4. Pemasangan tulangan baja ke dalam lubang bore.

  5. Pengecoran beton dengan metode tremie untuk menjaga kualitas pengecoran di bawah permukaan air tanah.

  6. Pencabutan casing dan finishing head borepile.

Tantangan di Lapangan

Tim menghadapi beberapa tantangan dalam pekerjaan borepile di proyek ini, antara lain:

  • Kondisi tanah campuran (lunak di permukaan dan keras di kedalaman), yang memerlukan pergantian jenis auger selama pengeboran.

  • Ruang kerja sempit di tengah kawasan padat, sehingga manuver alat harus presisi.

  • Kebutuhan akan kontrol mutu tinggi untuk menjamin keberhasilan pondasi dalam menopang struktur klinik bertingkat.

Tim proyek mengantisipasi tantangan tersebut dengan pengawasan teknis ketat, penggunaan alat bantu digital (seperti inclinometer dan alat ukur vertikalitas), serta perencanaan logistik yang cermat.