galian pondasi, Pilar pondasi adalah spesialis kontraktor borepile, kontraktor pancang, dan kontraktor galian.

Tag Archive for: galian pondasi

Kebon Jeruk Diameter 80Cm

Kebon Jeruk Diameter 80Cm

Kebun Jeruk – 04 Januari 2026

Mesin Drilling SANY 150

Pekerjaan Pengeboran Borepile dilokasi Kebun Jeruk Diameter 80 Cm dengan total 70 Titik mampu dikerjakan dengan cepat dan tepat. Pilar Pondasi merupakan jasa kontraktor borepile yang telah terbukti pekerjaannya. Berikut daftar Harga untuk Pengeboran Setiap Diameter Borepile ;

Daftar harga Pekerjaan Jasa Borepile

  1. Harga Jasa Borepile Diameter 30 cm      = 200.000/m1
  2. Harga Jasa Borepile Diameter 40 cm      = 220.000 / m1
  3. Harga Jasa Borepile Diameter 50 cm      = 240.000 / m1
  4. Harga Jasa Borepile Diameter 60 cm      = 260.000 / m1
  5. Harga Jasa Borepile Diameter 80 cm      = 280.000 / m1
  6. Harga Jasa Borepile Diameter 1000 cm  = 300.000 / m1

Pengeboran Diameter 40

Pengeboran Diameter 40

Sunter – 04 januari 2026

Pilar pondasi merupakan kontraktor penyedia jasa Bore pile juga menyewakan alat bore pile. disertai dengan tenaga yang profesional dan menggunakan alat alat modern, Pilar pondasi mampu menjadi salah satu kontraktor borepile yang sering dipercayakan Jasa nya kepada banyak Client.

Pengeboran Diameter 40 mm untuk saat ini sangat diminati banyak arsitek untuk pekerjaan pondasi dalam khusunya pondasi borepile. pada tahun 2025, Pilar Pondasi telah mengerjakan pondasi borepile dengan detail Diameter 400 mm sebanyak 10 Kali. berikut daftar nama Perusahaan Kontraktor yang telah mempercayakan pekerjaannya kepada Pilar Pondasi ;

  1. Kraktau Steel
  2. PT Indokomas Buana Perkasa
  3. PT Bahtera Usaha Kontruksi
  4. PT Alcos Graha jaya
  5. CV Segitiga Jaya Utama
  6. PT Suar Darma Abadi
  7. PT Polaris Jaya Bersama
  8. PT Rude International
  9. PT Pulau Bintan Bestari
  10. PT Graha Tunas Maju

 

 

 

Preboring Tanjung Lesung Banten

Preboring Tanjung Lesung Banten

Tanjugn Lesung Banten18 Oktober 2025

Pekerja melakukan preboring dengan mengebor lubang sesuai ukuran tiang pancang. Dalam praktiknya, kontraktor menggunakan metode preboring untuk mengatasi kondisi tanah yang cenderung keras di lokasi proyek. Preboring Tanjung Lesung Banten.

Ketika tiang pancang sulit menembus tanah keras dengan metode biasa, kontraktor menggunakan preboring untuk mencapai kedalaman pondasi sesuai spesifikasi.

Kontraktor terlebih dahulu mengebor titik-titik pada area pemasangan tiang pancang untuk memperlancar proses pemancangan. Tindakan ini mencegah kerusakan tiang dan memastikan tiang mencapai kedalaman sesuai perencanaan. Metode preboring efektif menjaga mutu fondasi, khususnya pada tanah keras yang sulit ditembus.

Pilar Pondasi telah menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan sangat cepat tepat dan berkualitas.

 

Disiplin K3

Disiplin K3

Jakarta, 10 September 2025 – Disiplin K3, Kegiatan Induction Bersama PT Indokomas Buana Perkasa dan PT Kaliabang

ndustri alat berat memiliki beberapa risiko sebagai berikut ;

  1. kecelakaan operasional ; Terguling, Terjepit Ala, dan Lain-lain
  2. Paapran kesehatan ; Kebisingan yang tinggi, getaran mesin, dan asap buangan
  3. Kesalahan manusia ; Kurangnya ketrempilan operator, Kelelahan, atau Pelanggaran SOP

Perusahaan harus menegaskan disiplin K3 agar terus diterapkan setiap hari kerja untuk mencegah risiko-risiko seperti ini.

Setiap proyek yang sedang berlangsung pasti menerapkan SOP (Standard Operating Procedure) masing-masing. Namun, penyedia alat berat borepile menggunakan SOP yang sama seperti alat berat lainnya.

 

Mobilisasi Alat Borepile

Mobilisasi Alat Borepile

Sentul, 9 September 2025 – Mobilisasi alat Borepile Pandawa Pondasi

dalam dunia kontruksi alat berat proses mobilisasi alat sangat penting untuk dipersiapkan dengan matang. proses ini mencakup kegiatan penempatan dan pengangkutan alat berat maupun aksesoris-aksesoris dari alat berat.

Proses Bongkar Aksesoris

sebelum memasuki tahapan mobilisasi alat berat perlu diperhatikan mengenai faktor-faktor yang wajib dperhatikan ;

  1. Akses Jalan yang meliputi lebar jalan, tinggi rendahnya kelistrikan
  2. Perarutan lalu lintas diarea tempat proyek
  3. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait sekitar

Struktur Borepile Pulau Lancang

Struktur Borepile Gedung DAMKAR Pulau Lancang: Kuat, Kokoh, dan Tahan Lama

Struktur Borepile Pulau Lancang, 15 Juli 2025 – Dalam proses pembangunan Gedung Pemadam Kebakaran (DAMKAR) di Pulau Lancang, salah satu elemen penting yang menjadi fokus utama adalah struktur fondasinya. Mengingat lokasi geografis yang berada di wilayah pesisir, digunakanlah metode borepile sebagai solusi fondasi yang kuat, kokoh, dan tahan terhadap beban serta kondisi tanah yang bervariasi.

Kenapa Borepile Digunakan untuk Gedung DAMKAR?

Gedung DAMKAR tidak hanya menjadi kantor, tapi juga pusat tanggap darurat. Bangunan ini harus berdiri tegak dan aman setiap saat, termasuk saat terjadi gempa atau perubahan kontur tanah. Struktur borepile dipilih karena keunggulannya dalam:

  • Menahan beban berat, baik beban hidup (aktivitas harian) maupun beban mati (berat bangunan itu sendiri).

  • Mengurangi getaran, sehingga alat-alat sensitif dalam gedung tidak terganggu.

  • Cocok untuk area berair, seperti Pulau Lancang yang dikelilingi laut.

Proses Pelaksanaan

Pengerjaan borepile untuk Gedung DAMKAR dilakukan secara profesional, mulai dari pengeboran, pemasangan tulangan baja, hingga pengecoran beton menggunakan material terbaik. Semua proses diawasi ketat untuk memastikan kualitas dan keamanan sesuai standar nasional konstruksi.

Pilih Jasa Borepile Profesional

Jika Anda sedang merencanakan pembangunan di wilayah pesisir atau area dengan kondisi tanah yang menantang, metode borepile adalah pilihan tepat. Percayakan pekerjaan ini pada tim profesional berpengalaman agar hasilnya optimal dan tahan lama.

Kami siap membantu Anda dalam perencanaan dan pelaksanaan struktur borepile dengan teknologi modern dan tenaga ahli bersertifikat.

Borepile Revitalisasi Pasar Cileunyi

Borepile Revitalisasi Pasar Cileunyi: Fondasi Kokoh untuk Pusat Ekonomi Rakyat

Proyek revitalisasi Pasar Cileunyi menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menghidupkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat lokal. Guna menunjang keberlangsungan struktur bangunan yang direncanakan bertingkat, salah satu aspek krusial yang menjadi fokus utama adalah pembangunan fondasi dalam (deep foundation) menggunakan metode borepile. Dalam pelaksanaannya, pekerjaan borepile ini dilakukan oleh tim profesional yang bekerja sama dengan CV Sinar Agam Bandung, perusahaan lokal yang telah berpengalaman dalam bidang pondasi dan pekerjaan struktur bawah.

Potrait Mesin Sany 65

Detail Teknis Pekerjaan

Pekerjaan borepile ini dilaksanakan dengan dua variasi diameter bor, yaitu ø40 cm dan ø60 cm, yang disesuaikan dengan kebutuhan struktur dan perhitungan beban masing-masing titik tumpuan pilar. Diameter 40 cm umumnya digunakan pada area dengan beban struktur sedang seperti koridor dan area semi-terbuka, sedangkan diameter 60 cm digunakan untuk titik-titik dengan beban besar seperti kolom utama gedung pasar.

Kedalaman bor rata-rata mencapai antara 12–18 meter, tergantung dari kondisi tanah di lokasi. Dalam proses pelaksanaannya, tim melakukan pengeboran menggunakan metode wet boring dengan slurry bentonite sebagai penahan dinding lubang bor. Setelah proses pengeboran selesai, dilanjutkan dengan pemasangan tulangan borepile dan pengecoran beton menggunakan metode tremie untuk menjaga mutu cor dan mencegah segregasi material.

Sinergi Lokal untuk Kualitas Nasional

CV Sinar Agam Bandung menjadi mitra strategis dalam proyek ini dengan peran penting pada tahap pelaksanaan borepile. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam pekerjaan pondasi dan peralatan modern yang dimiliki, perusahaan ini mampu menyelesaikan pekerjaan dengan presisi tinggi dan tepat waktu.

Sinergi antara kontraktor utama, konsultan perencana, dan mitra lokal seperti CV Sinar Agam menciptakan kolaborasi yang tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha jasa konstruksi di wilayah Bandung.

Dampak Revitalisasi Pasar Cileunyi

Revitalisasi Pasar Cileunyi diproyeksikan menjadi motor penggerak baru dalam aktivitas perdagangan di kawasan Bandung Timur. Dengan pembangunan struktur yang kuat dan berstandar nasional, pasar ini akan mampu menampung lebih banyak pedagang serta memberikan kenyamanan lebih bagi pembeli. Diharapkan, setelah rampungnya proyek ini, Pasar Cileunyi tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ikon baru modernisasi pasar tradisional.

Pondasi borepile menjadi simbol dari komitmen pembangunan jangka panjang—bukan hanya secara fisik, tetapi juga dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Proyek ini menunjukkan bahwa pendekatan teknis yang tepat dan kolaborasi dengan mitra lokal bisa memberikan hasil optimal, baik dari segi kualitas bangunan maupun dampak sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Survey Lokasi Taman PodomoroLand

Survey Lokasi Taman PodomoroLand yang terletak di karawang barat

Karawang Barat, Juni 2025 – Dalam rangka perencanaan pembangunan infrastruktur transportasi yang lebih efisien dan aman, CV Segitiga Utama Konstruksi melaksanakan survei lokasi untuk pembangunan jembatan underpass yang akan menghubungkan jalur akses di kawasan Taman Podomoroland, Karawang Barat. Proyek ini dirancang sebagai solusi mengurangi kemacetan serta meningkatkan keselamatan lalu lintas di area padat aktivitas tersebut.

Tujuan dan Latar Belakang

Pembangunan jembatan underpass Kera ini merupakan bagian dari upaya pengembangan infrastruktur terpadu di kawasan Taman Podomoroland, yang kini tumbuh sebagai kawasan residensial dan komersial strategis di Karawang Barat. Kondisi lalu lintas yang kerap padat, terutama di jalur perlintasan sebidang, menjadi perhatian utama bagi pengembang dan pemerintah daerah.

CV Segitiga Utama Konstruksi dipercaya sebagai mitra pelaksana karena rekam jejaknya yang solid dalam proyek-proyek sipil dan pembangunan infrastruktur skala menengah hingga besar.

Kegiatan Survei

Tim teknis CV Segitiga Utama Konstruksi melakukan survei lokasi secara menyeluruh pada akhir Mei 2025. Kegiatan survei meliputi:

  • Pemetaan topografi dan kondisi tanah, menggunakan alat ukur modern seperti total station dan drone pemetaan.

  • Studi kondisi lalu lintas, untuk mengetahui volume kendaraan dan pola mobilitas di sekitar area pembangunan.

  • Koordinasi dengan pihak pengelola kawasan dan dinas terkait, guna memastikan legalitas dan keterpaduan dengan rencana tata ruang wilayah.

  • Identifikasi potensi hambatan teknis, seperti jaringan utilitas bawah tanah, sistem drainase eksisting, dan lingkungan sekitar pembangunan.

Rencana Pembangunan

Jembatan underpass ini dirancang dengan sistem beton bertulang yang tahan terhadap beban kendaraan berat serta faktor lingkungan setempat. Panjang bentang diperkirakan mencapai 40 meter, dengan tinggi clearance aman untuk kendaraan logistik. Selain itu, underpass akan dilengkapi dengan sistem penerangan, drainase otomatis, dan akses pedestrian yang aman. langakh ini agar berhasil untuk survey lokasi taman podomoroland yang berlokasi dikarawang barat

Harapan ke Depan

Proyek ini diharapkan dapat rampung dalam jangka waktu 8–10 bulan setelah proses perizinan dan perencanaan selesai. Dengan keberadaan jembatan underpass Kera, mobilitas di kawasan Taman Podomoroland diharapkan meningkat secara signifikan, sekaligus mendukung pengembangan kawasan sebagai sentra hunian modern dan bisnis yang berkelanjutan.

CV Segitiga Utama Konstruksi berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional dengan mengedepankan kualitas, efisiensi, dan keselamatan kerja.

 

Galian Basement Metode Strutting

Galian basement Metode Strutting

Dalam pembangunan gedung bertingkat, tim konstruksi harus mempertimbangkan salah satu elemen penting yaitu pembuatan basement. Basement tidak hanya digunakan sebagai ruang parkir atau penyimpanan, tetapi seringkali menjadi bagian integral dari desain bangunan yang membutuhkan fondasi yang kuat. Salah satu metode yang umum digunakan untuk menggali basement adalah metode strutting. Tim konstruksi banyak menerapkan metode ini pada proyek yang melibatkan penggalian di area padat atau tanah lunak, di mana kestabilan dinding galian sangat diperlukan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang metode galian basement dengan strutting, Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang metode galian basement dengan konsep dasarnya, keunggulan, serta cara implementasinya dalam proyek konstruksi.

Apa itu Metode Strutting?

Metode strutting menggunakan teknik konstruksi untuk memberikan dukungan sementara pada dinding galian basement agar tetap stabil selama proses penggalian. Strutting memanfaatkan balok atau batang penopang (struts) yang dipasang di antara dinding galian dan struktur tanah yang lebih dalam untuk mencegah dinding galian runtuh. Tim konstruksi seringkali memasang sistem strutting pada kedalaman tertentu di sepanjang dinding galian untuk membagi tekanan tanah secara merata.

Prinsip Kerja Metode Strutting

Metode strutting pada dasarnya memberikan penopang yang kuat pada dinding galian yang telah digali. Proses ini mengurangi beban yang ditransfer ke dinding galian dan memungkinkan penggalian lebih dalam dengan aman. Tim konstruksi memasang penopang tersebut secara horizontal atau diagonal menggunakan batang besi baja atau material konstruksi lainnya yang cukup kuat untuk menahan tekanan dari tanah di sekitarnya.

Selama penggalian, tim konstruksi memberikan dukungan bertahap pada dinding galian dengan memasang sistem strutting pada posisi yang sesuai untuk memastikan stabilitas. Penempatan dan pengaturan sistem strutting ini sangat penting agar pekerja dapat menghindari pergeseran atau keruntuhan tanah yang bisa berbahaya dan merusak struktur yang sedang dibangun.

Proses Implementasi Metode Strutting

  1. Perencanaan dan Desain

    Sebelum tim konstruksi menerapkan metode strutting, tahap pertama adalah perencanaan dan desain. Insinyur geoteknik melakukan analisis terhadap kondisi tanah, kedalaman galian, serta faktor-faktor lain yang memengaruhi stabilitas galian. Berdasarkan hasil analisis tersebut, mereka membuat desain sistem strutting yang tepat, termasuk ukuran, posisi, dan material yang digunakan.

  2. Pemasangan Dinding Penahan (Sheeting)
    Sebelum tim konstruksi memasang struts, mereka melakukan langkah pertama dengan memasang dinding penahan yang berfungsi untuk menahan tanah di sekitar area galian. Tim menggunakan material seperti sheet piles (tiang pancang dari baja atau beton) atau dinding beton bertulang, tergantung pada kedalaman dan kondisi tanah.

  3. Pemasangan Strutting
    Setelah tim konstruksi memasang dinding penahan, mereka memasang struts pada titik-titik yang sudah ditentukan. Tim biasanya memasang struts secara horizontal atau diagonal di antara dinding penahan untuk memastikan bahwa tekanan tanah terbagi dengan merata. Mereka menggunakan struts yang terbuat dari baja, beton bertulang, atau material lain yang memiliki kekuatan tekan yang tinggi.

  4. Penggalian Bertahap
    Setelah tim konstruksi memasang sistem strutting, mereka memulai penggalian dari bagian bawah dan melakukannya secara bertahap. Setiap tahap penggalian diikuti dengan pemasangan struts pada tingkat kedalaman tertentu. Penggalian bertahap ini memungkinkan dinding galian tetap stabil selama proses berlangsung.

  5. Pemantauan dan Penyesuaian
    Selama proses penggalian, tim konstruksi memantau sistem strutting secara berkala untuk memastikan bahwa tidak ada pergeseran atau kerusakan pada struktur. Jika diperlukan, mereka melakukan penyesuaian pada posisi struts untuk memberikan dukungan yang lebih baik sesuai dengan kondisi tanah dan kedalaman galian yang terus berubah.

  6. Penyelesaian dan Pencabutan Struts
    Setelah tim konstruksi menyelesaikan pembangunan basement dan memastikan dinding galian cukup stabil, mereka mencabut sistem strutting secara hati-hati. Pencabutan struts ini dilakukan dengan langkah-langkah terkontrol agar dinding galian tetap tidak mengalami kerusakan.

Keunggulan Metode Strutting

  1. Keamanan yang Tinggi
    Salah satu keunggulan utama dari metode strutting adalah kemampuan tim konstruksi untuk menjaga stabilitas dinding galian selama penggalian berlangsung. Dengan adanya penopang yang tepat, mereka dapat meminimalkan risiko pergeseran atau keruntuhan tanah, yang mengurangi potensi bahaya bagi pekerja dan struktur yang sedang dibangun.

  2. Cocok untuk Tanah Lunak dan Padat Penduduk
    Metode ini sangat berguna pada proyek konstruksi yang berada di area dengan tanah lunak atau berstruktur tidak stabil. Selain itu, tim konstruksi juga menerapkan metode strutting dengan efektif pada area yang padat penduduk karena proses penggalian tidak membutuhkan ruang terbuka yang luas.

  3. Mengurangi Gangguan pada Lingkungan Sekitar
    Dibandingkan dengan metode penggalian terbuka yang lebih besar, metode strutting cenderung mengurangi gangguan terhadap lingkungan sekitar. Karena tim konstruksi menjaga tanah di sekitar galian tetap tertahan dengan baik, dampak terhadap struktur atau jalan yang ada di sekitar proyek akan lebih kecil.

  4. Dapat Digunakan pada Berbagai Kedalaman
    Metode strutting tim konstruksi terapkan pada galian dengan kedalaman yang bervariasi, mulai dari kedalaman dangkal hingga dalam, tergantung pada perancangan dan pengaturan struts yang sesuai dengan kebutuhan proyek.

  5. Efisiensi Waktu
    Karena tim konstruksi melakukan penggalian secara bertahap dan dilengkapi dengan dukungan yang stabil, mereka dapat menjalankan proyek lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan dengan metode galian lainnya yang memerlukan waktu lebih lama untuk menggali dan menstabilkan tanah.

Galian Basement Metode TopDown

Galian Basement Metode TopDown

Pembangunan basement merupakan salah satu bagian penting dalam konstruksi gedung, terutama pada bangunan bertingkat yang membutuhkan ruang tambahan di bawah permukaan tanah, seperti ruang parkir, ruang penyimpanan, atau fasilitas teknis. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menggali basement adalah metode topdown. Metode ini sangat efisien dalam proyek-proyek di kawasan urban yang padat, di mana ruang terbatas dan kebutuhan untuk mengurangi gangguan terhadap lingkungan sekitar sangat tinggi. Artikel ini akan membahas konsep, keunggulan, serta proses implementasi dari galian basement menggunakan metode topdown.

Apa itu Metode Topdown?

Metode topdown adalah teknik konstruksi yang digunakan untuk menggali dan membangun basement secara bersamaan, dimulai dari bagian atas (permukaan tanah) dan bergerak ke bawah. Teknik ini melibatkan pembangunan struktur atas (seperti lantai basement pertama) terlebih dahulu, yang berfungsi sebagai pelindung dan penopang selama proses penggalian di bawahnya. Setelah struktur atas dibangun, pekerjaan penggalian dapat dilakukan secara bertahap, dimulai dari lantai dasar dan melanjutkan ke kedalaman yang lebih dalam, tanpa menggali seluruh area sekaligus.

Proses Implementasi Metode Topdown

  1. Persiapan dan Pengeboran
    Sebelum pekerjaan dimulai, tahap persiapan meliputi survei lokasi, penentuan kedalaman basement, dan pengujian tanah. Setelah itu, pengeboran untuk pembuatan bore piles atau tiang pancang dimulai, yang berfungsi untuk memberikan dukungan struktural pada seluruh bangunan. Tiang pancang ini akan membentuk dinding luar basement yang akan dibangun.

  2. Pembangunan Struktur Atas (Deck Slab)
    Setelah struktur pendukung seperti bore pile selesai, tahap pertama dalam metode topdown adalah membangun lantai pertama basement, atau deck slab. Struktur lantai pertama ini akan berfungsi sebagai pelindung yang menahan beban tanah di atasnya dan memberikan kestabilan selama penggalian. Lantai pertama ini dibangun dengan menggunakan metode pengecoran beton yang biasanya dilakukan secara bertahap, dimulai dari bagian tengah menuju sisi-sisinya.

  3. Penggalian Bertahap (Excavation)
    Setelah struktur deck slab selesai, penggalian dimulai dari bawah permukaan lantai pertama dan berlanjut ke tingkat yang lebih dalam. Penggalian dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan setiap tahap pembangunan struktur basement. Penggunaan alat berat seperti ekskavator untuk menggali tanah akan disertai dengan penggunaan sistem pelindung dinding (biasanya menggunakan tiang pancang atau sistem secant piles) yang memastikan dinding-galian tetap stabil selama proses ini.

  4. Pembangunan Lantai Basement Berikutnya
    Setelah setiap tahap penggalian selesai, lapisan struktur basement berikutnya dibangun. Hal ini berlanjut hingga semua lantai basement terbangun sesuai dengan desain yang direncanakan. Setiap lantai basement dibangun dari atas ke bawah, menggabungkan berbagai elemen struktur seperti beton bertulang dan kolom untuk memastikan kekuatan dan stabilitas gedung.

  5. Penyelesaian dan Pemasangan Sistem MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing)
    Setelah seluruh basement selesai dibangun, tahap berikutnya adalah pemasangan sistem MEP, termasuk instalasi listrik, pipa air, ventilasi, dan sistem lainnya yang penting untuk kenyamanan dan fungsionalitas ruang basement. Pekerjaan ini dilakukan secara bertahap setelah setiap lantai basement selesai, sehingga sistem MEP dapat diintegrasikan dengan baik.